Hakekat Tawakal

24 06 2008

Dalam keseharian seringkali apabila seseorang mendapatkan suatu musibah ataupun sesuatu yang “memerihkan” hati banyak yang mengatakan “Anda harus “TAWAKAL“ Ya …. “, sebenarnya apakah sih “TAWAKAL” itu sehingga kata tersebut sering dikatakan untuk menyabarkan seseorang bahkan cenderung mempasrahkan segala keadaaan tanpa adanya suatu usaha …


Mari kita simak pendapat dari Ustadz Aam Amirudin dalam buku yang sangat sederhana namun penuh dengan makna dan mungkin ini dapat dijadikan sebagai referensi yaitu “Tafsir Al-Qur’an Kontemporer”Juz’amma Jilid 1” yang diterbitkan oleh Khazanah Intelektual.
Landasan yang digunakan untuk mendefinisikan “TAWAKAL“ diambil dari penafsiran Ustadz Aam Amirudin dalam QS. An-Nash ayat 1, yaitu :

“ Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.”

Pada ayat ini Allah menyebutkan kata nashr (pertolongan) sebelum kata fath (kemenangan). Ini merupakan peringatakn penting agar kita tidak takabur saat meraih kesuksesan karena pada dasarnya manusia cenderung menepuk dada ketika kesuksesan demi kesuksesan dapat diraih. Kita sering beranggapan bahwa kemenangan itu murni karena kehebatan dan kerja keras. Padahal sehebat apapun diri kita kalau tanpa pertolongan Allah hasilnya pasti nihil.
Pernyataan tersebut tidak bermaksud menafikan kerja keras. Kerja keras dan kerja cerdas merupakan komponen penting dalam meraih kesuksesan atau kemenangan. Yang ingin ditekankan yaitu perlu adanya kesadaran bahwa setiap kemenangan atau kesuksesan, apakah itu kesuksesan studi, bisnis, karir atau lainnya pasti didalamnya ada pertolongan Allah.
Islam mengajarkan kita untuk menyertakan “TAWAKAL PRINCIPLES“ (prinsip-prinsip tawakal) dalam proses pencapaian suatu cita-cita. Suatu aktivitas dan kreativitas bisa dikategorikan menggunakan “TAWAKAL“ principles apabila mengandung 4 (empat) unsur, yaitu :

1. Mujahadah
Mujahadah diambil dari kata Jahada, artinya sungguh-sungguh. Allah memerintahkan agar kita bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan, jangan asal-asalan. Kalau kita jadi pelajar belajarlah sungguh-sungguh dan selesaikan tepat waktu. Mujahadah selain bermakna sungguh-sungguh juga bermakna sistematis. Suatu pekerjaan hasilnya akan menggembirakan apabila dilakukan dengan kesungguhan dan sistematis, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Asy-Syarh 94 : 7-8)

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”

“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

2. Do’a
Allah swt memiliki kekuasaan yang tiada terhingga sedangkan kita memiliki banyak kelemahan. Karena itu walaupun sudah melakukan Mujahadah kita harus memohon kekuatan dari Allah swt agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Allah swt mencitai hamba-Nya yang selalu berdo’a memohon pertolongan-Nya. Apabila kita sering mengingat-Nya dalam segala aktivitas, Allah pun akan menolong kita. Kalau kita melupakan-Nya, Dia pun akan melupakan kita,

“ Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.” (QS.Al-Baqarah 1 : 152)

3. Syukur
Apabila Mujahadah dan Do’a menyertai seluruh aktivitas dan kreativitas kita, insya Allah kesuksesan yang kita raih akan mengantarkan pada rasa syukur. Prinsip ini perlu kita pegang karena kesuksesan sering mengantarkan manusia pada keangkuhan, padahal angkuh adalah sifat yang paling dimurkai Allah. Apabila kita pandai bersyukur Allah akan semakin menambah nikmat-Nya

“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim 14 : 7)

4. Sabar
Sabar artinya tahan uji menghadapi berbagai cobaan. Mungkin saja kita telah bekerja keras, sistematis, dan disertai do’a namun sangat mungkin hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Nah, sabar adalah obatnya. Sabar bukan diam dan meratapi kegagalan tetapi sabar adalah intropeksi dan bekerja lebih baik lagi agar kegagalan tidak terulang kembali

“ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. ” (QS. Al-Imran 3 : 200)

Inilah prinsip-prinsip “TAWAKAL“ yang harus melandasi seluruh aktivitas dan kreativitas kita. Apabila hal ini dilakukan kita akan sadar bahwa kemenangan, kesuksesan dan kebehasilan tidak akan bisa diraih tanpa pertolongan-Nya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: