Komunikasi Total

24 06 2008

Seringkali dalam keseharian kita melakukan interaksi dengan orang lain, apakah saudara, ibu, bapak, teman bahkan dengan orang yang tidak kenal sekalipun. Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa dengan berinteraksi kita dapat menyampaikan apa yang kita inginkan dan kita dapat mengerti apa yang orang lain inginkan.


Media interaksi disini bisa berbagai macam sesuai dengan apa yang Allah berikan pada diri kita baik itu mulut, tangan, kaki, tulisan bahkan gerakan tubuh.

Hal sederhana yang dialami adalah saya meminta kepada anak saya yang baru berumur 4 tahun untuk membelikan Es Juice, sambil menguji apakah komunikasi saya berhasil atau tidak terhadap dia dan saya katakan :

“Tolong belikan ayah juice alpokat satu dibungkus, sirsak satu bungkus dan satunya lagi terserah abit mau beli apa .. tapi buat abit jangan pake es ya !”.

Saya lihat reaksi dia pertama kali terhadap permintaan tadi dan dia berkata : “ Yah .. ulangi lagi …” dan saya pun mengulanginya kembali sampai tiga kali. Dari kejauhan saya lihat dia berjalan pergi sambil mengulang-ngulang apa yang saya katakan tadi.

Pelajaran pertama yang bisa kita ambil adalah Allah menciptakan metode tersendiri terhadap anak yang baru berumur 4 tahun untuk mengingat sesuatu dengan mengulang-ulang apa yang harus dia lakukan nanti dengan melakukan komunikasi antara mulut yang mengeluarkan suara, pendengaran yang mendengar apa yang dia katakan dan otak yang merekam apa yang dia dengar. Subhanallah …

Kebetulan jarak antara rumah dengan warung juice sekitar 50 meter jadi baru 30 menit kemudian dia baru datang lagi dengan berlari-lari membawa tiga bungkus plastik.

“Nih yah … pokat atu, circak atu dan abit the sisri aja …. Punya abit ngak dingin kok !” , saya lihat apa yang dia bawa ternyata benar sesuai apa yang saya inginkan.

Pelajaran kedua yang bisa kita ambil adalah .. Coba perhatikan apa yang dia katakan “…pokat atu, circak atu …”. Anak yang baru berumur 4 tahun tentu akan sulit untuk merekam secara persis apa yang kita katakan panjang lebar jadi dia berusaha untuk menyederhanakan kalimatnya “…pokat atu, circak atu …” sehingga dia mengerti apa yang kita inginkan.

Sore harinya sengaja saya pergi ke warung yang tadi dia beli dan bertanya pada penjualnya.

“Abit tadi beli juice gimana caranya ?”

“Tadi dia datang sambil ngomong sendiri lalu saya tanya, Mau beli apa abit? Kayaknya dia bingung atau lupa … terus dia mendekati buah-buahan yang ada di etalase sambil nunjuk alpokat dan sirsak “Itu satu … dan yang itu satu … terus teh sisri satu tapi jangan dingin ya …” kata dia sambil tersenyum.

Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil adalah manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk menyampaikan apa yang kita inginkan, walaupun anak saya tadi kelupaan apa yang harus dia katakan tapi secara reflek dia tidak mau menyerah begitu saja dan menggunakan tangannya untuk menyampaikan pesan bahwa dia memesan juice alpokat dan sirsak karena pesan itu sudah terekam dalam otaknya … Subhanallah

Banyak sekali dari kita yang oleh Allah diberi media komunikasi yang lengkap tapi tidak memaksimalkannya sehingga apa yang terjadi ? terjadilah yang namanya kesalahpahaman. Kata ini sederhana bahkan sering kita abaikan tapi efeknya sangat luar biasa … Suami dan Istri bisa bercerai, Anak-anak berkelahi bahkan tawuran dan yang lebih besar lagi mungkin mengakibatkan dua negara menjadi berperang. Nah .. sebetulnya apa yang bisa kita maksimalkan dalam berkomunikasi ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mungkin tips dibawah ini membantu

  1. Kita tidak terbiasa untuk membuat konsep atau lebih sederhananya memikirkan terlebih dahulu apa yang harus kita katakan pada orang lain sehingga kadang-kadang pembicaraan menjadi tidak fokus dan melantur kemana-mana. Efeknya orang lain menjadi bingung apa yang kita inginkan. Coba perhatikan dengan membaca hadist-hadist Rasulullah bagaimana beliau menyampaikan risalahnya dengan begitu terstruktur dari awal sampai akhir tanpa ada kesalahan sedikitpun .. luar biasa hal tersebut terjadi bukan karena kebetulan semata tapi karena latihan-latihan yang Allah berikan semenjak beliau kecil.
  2. Biasakanlah untuk melihat terlebih dahulu kemampuan orang yang kita ajak bicara, bukan berarti kita meremehkan dia tapi hanya mencocokan kira-kira bahasa seperti apa yang bisa kita sampaikan agar dia bisa mengerti apa yang kita inginkan. Perhatian bagaimana sikap Rasulullah terhadap seorang badui yang kencing didalam mesjid, sahabat beliau begitu marahnya sampai-sampai mau memukuli dia tapi Rasululllah hanya berkata “Biarkan dia untuk menyelesaikan hajatnya dan menyuruhnya untuk menyiram (membersihkan) air seninya kemudian baru menasehatinya”. Rasulullah ternyata sangat jeli melihat orang lain, beliau tidak marah karena tahu bahwa orang tersebut melakukan itu karena ketidaktahuan dia.
  3. Biasakanlah untuk berbicara dengan bahasa yang sederhana, ringkas dan padat sehingga orang yang kita ajak bicara tidak perlu mengerutkan dahinya untuk mengerti apa yang kita bicarakan.
  4. Biasakanlah untuk tidak menyela ketika orang lain berbicara, dengarkan apa yang orang lain katakan, simak baik-baik jangan sampai ada satu kata pun yang tidak kita mengerti, kalau dia sudah selesai berbicara barulah kita komentari apa yang dia inginkan.
  5. Kalau kita berbicara dengan orang lain tapi ternyata orang yang kita ajak berbicara masih belum mengerti cobalah untuk menerangkannya dengan metode lain, apakah dengan tulisan atau bila mungkin dengan menggambarkan sesuatu. Biasanya hal ini sedikit banyak sangat menolong orang lain untuk memahami apa yang kita pikirkan.
  6. Dan yang terakhir adalah bahasa tubuh kita terhadap lawan bicara kita. Kadang-kadang tanpa kita sadari gerak kepala, tangan, kaki dan seluruh tubuh tidak mencirikan bahwa kita berbicara dengan dia. Bayangkan saja, kita ingin menasehati anak kita tapi mata melotot, tangan dipinggang dan nada suara kita tinggi tentunya anak secara naluri melihat bahwa apa yang kita ucapkan merupakan ancaman yang harus disangkal dan akhirnya terjadilah keributan. Coba kita perhatikan bagaimana Rasulullah berbicara kepada salah seorang sahabatnya yang notabene orang kampung yang miskin, beliau mendekati dia seakan-akan hanya dia yang orang paling penting baginya, kepalanya tertunduk sambil menyimak apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya, Subhanallah ..

Demikian tips ini terurai apa adanya, tulisan ini memang jauh dari sempurna tapi ketika saya baca hadist-hadits Rasulullah kemudian mencoba untuk mengaplikasikannya … Luar Biasa ALLAH memang Maha Besar.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: