“Meng-Kotak-an Otak”

14 07 2008

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya membaca buku baik itu novel maupun buku lainnya, biasanya kita mulai membaca dari awal langsung dari bab 1 kemudian berlanjut pada bab berikutnya sampai bab yang terakhir. hasilnya adalah kita jadi mengetahui alur cerita yang diuraikan penulis dari awal hingga terakhir, memang begitu yang diinginkan penulis dan efeknya ada yang terharu, tersenyum bahkan mungkin menjadi tertawa terbahak-bahak.

Paragraf diatas sengaja penulis tampilkan sebagai suatu bentuk hipnotis penulis sebuah buku yang dengan kepiawaiannya tanpa kita sadari telah membuat suatu imaje didalam otak kita tentang adanya suatu cerita yang mengalir tanpa henti sampai pada akhir cerita yang dia inginkan. Sekarang bayangkan kalau seandainya kita membaca sebuah buku langsung pada bab yang ada ditengah kemudian berlanjut pada bab pertama setelah itu lompat ke bab terakhir, yang terjadi adalah kebingungan kita terhadap apa yang telah terbaca oleh mata ini.

Pembaca … Allah dengan kebesaranNya telah membuat suatu bagian tubuh kita yang namanya otak dengan begitu sempurnanya. Kita menyadari maupun tidak ternyata dengan adanya otak ini hidup menjadi sangat sempurna. Coba lihat binatang yang katanya hanya mempunyai otak kecil tapi masih mempunyai naluri untuk mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepadanya, banyak sekali cerita dalam Al-Qur’an yang menuliskan kemampuan tersebut dari mulai semut yang kecil sampai gajah. Dan katanya kita hanya baru menggunakan 10% dari otak ini, jadi bagaimana dengan yang 90%?

Permasalahannya adalah kadang-kadang kita tidak memaksimalkan apa yang ada didalam otak kita, sebagai contoh banyak orang yang menjadi stress karena banyak sekali masalah yang menimpa dirinya. Hal tersebut terjadi karena ketidakmampuan dia untuk membuat suatu pengelompokan masalah didalam otaknya sehingga yang terjadi adalah pencampuradukan masalah yang membuat mumet dan stress sebagai jawaban terakhir.

Coba kita belajar dari yang namanya buku, pada awal buku tersebut terdapat suatu halaman yang namanya DAFTAR ISI. Didalam daftar isi ini kita bisa melihat pengelompokkan penulis terhadap tulisan yang dibuatnya dimulai dari bab 1 kemudian diuraikan lagi dalam sub bab – sub bab yang lain dimana antara bagian tersebut saling berkaitan setelah itu berlanjut pada bab berikutnya sampai bab terakhir.

Sekarang bagaimana pengelompokan masalah tersebut diimplementasikan pada otak kita ? Ini hanya sekedar pengalaman penulis ketika sekarang ini kebetulan penulis mendapatkan “Amanah” memegang beberapa jabatan baik di kantor maupun di organisasi, dimana antara satu jabatan dengan jabatan yang lain mempunyai permasalahan yang sangat berbeda. Mudah-mudahan tips and trik dibawah ini dapat bermanfaat bagi kita semua :

1. Pengelompokan Masalah

Ini yang sangat sulit dilakukan, akan tetapi jangan khawatir hal ini dapat dilakukan dengan yang namanya latihan dan pengalaman. Cobalah anda untuk menyempatkan diri untuk ber-Muhasabah (Intropeksi diri) bagusnya sih malam hari biar tidak ada yang mengganggu. Pikirkan masalah yang sedang kita hadapi satu per satu (jangan ingat masalah yang lain dulu)

2. Biasakan Menulis

Ucapkanlah Bismillah, Ambil beberapa helai kertas dan sebatang pulpen, tuliskan masalah yang anda pikirkan tadi untuk satu helai kertas tuliskan satu masalah

3. Menguraikan Masalah

Masalah yang sudah kita kelompokkan cobalah untuk diuraikan mulai dari pokok permasalahannya kemudian berlanjut pada kendala-kendala yang mengganggu masalah tersebut, sebagai contoh anda mempunyai masalah dengan tidak terselesaikannya skripsi. Tuliskan seluruh akar permasalahannya misalnya judul skripsi yang begitu sulit, susahnya bahan tulisan sebagai referensi, juteknya sang dosen pada saat bimbingan, tidak adanya komputer atau lain sebagainya (coba tuliskan sebanyak mungkin kendala yang ada dalam pikiran anda). Selanjutnya adalah coba anda tuliskan bagaimana untuk menyelesaikan akar permasalahan yang sudah ditulis, biasakan untuk membuat beberapa alternatif solusi agar apabila solusi yang pertama gagal bisa melakukan solusi yang lain untuk dilakukan. Sekarang anda sudah bisa melihat dari tulisan yang sudah dibuat ternyata kendala-kendala yang terjadi ada solusinya dan perhatikan solusi mana yang menjadi prioritas utama dengan resiko yang sangat kecil. Kalau seandainya kira-kira sudah cukup anda menuliskan satu masalah dan mengetahui akar permasalahannya kemudian anda juga sudah tahu kira-kira solusi yang akan dilakukan cobalah untuk beralih pada permasalahan yang lain dengan melakukan metode yang sama seperti masalah pertama.

Dengan tulisan tadi secara tidak disadari anda mulai melakukan peng-kotak-an otak anda secara terstruktur.

4. Pengaturan Waktu

Berdasarkan tulisan ada, buatlah jadwal waktu untuk menyelesaikan akar permasalahan satu per satu, kalau bisa pengaturan waktu tersebut dibuat berdasarkan solusi skala prioritas agar bisa berlanjut pada solusi yang lain secara bertahap

5. Implementasikan secara maksimal

Pada pelaksanaannya peng-kotak-an otak ini tidaklah semudah yang dibayangkan akan tetapi seiring waktu anda akan terbiasa untuk berpikir secara terstruktur jadi biasakanlah diri untuk mengimplementasikan secara maksimal apa yang anda tuliskan dengan tidak ada kata menyerah. Berusaha dan terus berusaha … Penulis yakin suatu saat nanti anda tidak terlalu membutuhkan lagi acara tulis menulis karena secara otomatis otak anda bekerja dengan sendirinya

Demikian seidkit catatan yang penulis goreskan dalam artikel ini, mudah-mudahan ada manfaatnya dan menjadikan hidup anda menjadi lebih berarti


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: